‘dia’ yang kita sayangi

Ghi untuk aku…..

ido untuk awang……..

ghi : eh…do alasan kamu milih dia tu knp..?

ido : jawabnya entar ya…aku ‘gi makan ni ma mz misbah.., ikut ga?

 

ghi miscall ido…..

 

ido : alasan aku milih dia itu sangat sederhana.

gini…ghi! aku merasakan kedamaian saat bersamanya, dan

ada kenyamanan juga, mungkin akan ada kebahagiaan saat bersama dia.

kalau kamu milih dia-1? ‘ga dia-2?

ghi : aku ga pantas do….buat dia-2

dia-1 adh embun pagiku…yang telah memberi kesegaran jiwa yang telah

gersang, dia-1 adh titik cinta yang mulia….

ido : romantis banget……

kalau aku….. :-( semua harapan ku hilang bersama waktu, sedang inginku

melayang beriringan kebohongan, seketika itu lenyap…..

ghi : yah…yang abadi hanya Allah Swt.

aku ga mau kalau aku harus menanam cinta lagi…

cintaku terlanjur tumbuh di Embun pagiku.. dan akan tetap tumbuh…

ido : akan selalu tumbuh…..?

gimanapun keadaanya….?

terus…gimana bisa tambah kalau kita ga pernah siap pa yang akan

terjadi?

kamu yakin dengan pilihanmu…..?

yakindengan sandaran hatimu…?

yakin dengan semuanya…?

ghi : ya….yakin!!!!!! yakin akan semuanya.

orang yang setia untuk orang yang setia juga, walau akhirnya bukan

dengan Embun Pagiku………

kamu ragu dengan cintamu..? kamu ragu dengan cintanya…?

ido : aku yakin dengan cintaku…,tapi aku ga yakin dengan cintany sekarang,

tapi perlu kamu ketahui, dulu aku yakindengan cintanya, yang aku yakin

aku akan temui yang benar2 cinta, gmn menurut kamu?

ghi : selama kita mempercayai cinta, kita akan selalu diberi kepercayaan oleh

cinta, kita akan dijadikan Gladiator Cinta yang tangguh dan suci,

menghunuskan panah cinta yang tak pernah patah…

ido : aku sih percaya betapa kuatnya cinta, karena aku pernah merasakannya

itupun ketika masih ‘ma dia, ghi…..harapanku…., aku hanya ingin cinta

yang seperti dulu, yang pernah aku temui bersama dia.

 

 

 

Ilalang Keikhlasan

 

sayap pyutihku….

lemah

tak bisa mengejar

embun pagiku yang terbang

hatiku kini….

retak…

retak tak kuasa

membendung

jeritan cinta….

yang terluka

hai………………………….!!!!!

jangan kau cabut panah cintaku..

panah cinta

yamg tak akan pernah patah

kan ku ikat erat

dengan ilalang keikhlasan

di titik cinta….

embun pagiku……

~ by khanana on September 5, 2007.

One Response to “‘dia’ yang kita sayangi”

  1. hwaa…
    arif pinter nulis juga y?
    pinter buat puisi..
    weleh.. weleh..
    ternyata romantis juga

Leave a Reply